Saturday, 19 October 2013

Hijab Nurarihyon

"Yang bahaya bukanlah hal baru yang kita tahu, namun hal lama yang kita percayai dan ternyata salah."
- Mark Twain

Kepikiran ama celetukan Nida pas PKL dulu. Soal kerudung lagi. Temen ane yang satu itu emang sih tergolong paling alim dibandingkan yang lain. Tidak seperti ane yang cenderung setengah waras bersama partner-in-crime ane di tempat PKL (yang urus blog tetangga ama pasang gambar terlarang ane seenaknya -o-). Sudah-sudah, selesai dulu basa-basinya. Kembali ke judul.

Celetukan Nida mengingatkan ane ama fenomena hijab aka kerudung yang lagi tren akhir-akhir ini. Kalo kata buku-buku yang ane pernah baca sih "kudung gaul". Tapi dia berkata soal "kerudung punuk onta". Apaan tuh? Ane kagak pernah denger. Katanya sih kalo kerudung itu ada batasannya. Musti nutupin dada, simpel, ama kagak mirip punuk onta. Masih bingung juga ama perkataan temen ane ini. Terus temen ane juga bicarain soal hadist yang intinya melarang soal kerudung punuk onta. Ane masih aja bingung karena baru denger.

Pas bulan puasa kemaren ada tayangan soal hijab di seksi Sorotan Siang tvOne ama Redaksi Siang Trans7. Lagi-lagi bahas tren hijab yang sedang berkembang di tanah air. Ada tren ala biarawati, tren turban, tren Syahrini, Ashanti, ampe kerudung ala neng Fatin. Ane tahunya kalo berhijab itu sesuai surat An Nur ayat 31 aja. Terus ada penjelasan dari Mama Dedeh soal punuk onta dan hadist yang pernah diceritain ama Nida sebelumnya.

Apa hubungannya ama Nurarihyon? Emang nyambung ya anime ama hijab?

sumber : images.google.com; ane edit sedikit pake penanda

Gambar di atas adalah punuknya si onta. Maksudnya hijab yang dikenakan tidak boleh menonjol seperti halnya punuk si onta kece itu. Kebanyakan cewek, mo ibu-ibu ato anak muda demen ama model semacam itu. Sampai-sampai di pasar saja banyak ciput dengan "jendul" ala punuknya si onta. Bah susah bener cari ciput biasa, kebanyakan jendul semua. Kalo ada orang iseng kayak ane tuh jendul bisa dijadiin sak tinju ato wadah nyimpen jarum buat ngejahit :D


inilah alasan ane nyebut hijab Nurarihyon

Inilah gaya berhijab yang Nida maksud, punuk onta. Hijab yang dilarang oleh agama karena "jendul". Sekilas kalo lihat orang dengan hijab ini mengingatkan ane dengan Rikuo Nura di malam hari ato kakeknya. Itulah asosiasi singkat ane soal punuk onta (biar gampang inget aja mengingat ane ini demen anime). Bicara soal hijab ala pimpinan klan yokai Nura itu ada sebuah hadist yang terang-terangan melarang soal itu. Ane petik sedikit sumbernya dari situs kajianislam.net.

Beginilah Gambar Perempuan Yang Kepalanya Ibarat Punuk Onta, Yang Disebutkan Oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam Dalam Hadits Shahih Riwayat Imam Muslim dan Lainnya Bahwasanya Mereka Tidak Akan Masuk Surga dan Tidak Akan Mencium Bau Wangi Surga, Padahal Bau Wangi Surga Bisa Dicium Dari Jarak Yang Sangat Jauh..

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda”

 ( صنفان من أهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس ونساء كاسيات عاريات مائلات مميلات رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لايدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وان ريحها لتوجد من مسيرة كذاوكذا )
رواه أحمد ومسلم في الصحيح .

“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya,
1.      Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia [maksudnya penguasa yang dzalim],
2.      dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”.

(HR. Muslim dan yang lain).

Penjelasan Hadits Menurut Para Ulama:

Imam An Nawawi dalam Syarh-nya atas kitab Shahih Muslim berkata:
“Hadis ini merupakan salah satu mukjizat Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Apa yang telah beliau kabarkan kini telah terjadi…

Adapun “berpakaian tapi telanjang”, maka ia memiliki beberapa sisi pengertian.
Pertama, artinya adalah mengenakan nikmat-nikmat Allah namun telanjang dari bersyukur kepada-Nya.
Kedua, mengenakan pakaian namun telanjang dari perbuatan baik dan memperhatikan akhirat serta menjaga ketaatan.
Ketiga, yang menyingkap sebagian tubuhnya untuk memperlihatkan keindahannya, mereka itulah wanita yang berpakaian namun telanjang.
Keempat, yang mengenakan pakaian tipis sehingga menampakkan bagian dalamnya, berpakaian namun telanjang dalam satu makna.
Sedangkan “maa`ilaatun mumiilaatun”, maka ada yang mengatakan: menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan apa-apa yang seharusnya mereka perbuat, seperti menjaga kemaluan dan sebagainya.
“Mumiilaat” artinya mengajarkan perempuan-perempuan yang lain untuk berbuat seperti yang mereka lakukan.

Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” itu berlenggak-lenggok ketika berjalan, sambil menggoyang-goyangkan pundak.
Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas, yaitu model para pelacur yang telah mereka kenal.
“Mumiilaat” yaitu yang menyisirkan rambut perempuan lain dengan gaya itu.
Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” maksudnya cenderung kepada laki-laki.
“Mumiilaat” yaitu yang menggoda laki-laki dengan perhiasan yang mereka perlihatkan dan sebagainya.

Adapun “kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta”, maknanya adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan punuk-punuk unta. Ini adalah penafsiran yang masyhur. 

Al Maaziri berkata: dan mungkin juga maknanya adalah bahwa mereka itu sangat bernafsu untuk melihat laki-laki dan tidak menundukkan pandangan dan kepala mereka.
Sedang Al Qoodhiy memilih penafsiran bahwa itu adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas. Ia berkata: yaitu dengan memilin rambut dan mengikatnya ke atas kemudian menyatukannya di tengah-tengah kepala sehingga menjadi seperti punuk-punuk unta.
Lalu ia berkata: ini menunjukkan bahwa maksud perumpamaan dengan punuk-punuk unta adalah karena tingginya rambut di atas kepala mereka, dengan dikumpulkannya rambut di atas kepala kemudian dipilin sehingga rambut itu berlenggak-lenggok ke kiri dan ke kanan kepala.

Berhijab itu intinya simpel aja. Gak usah lilit sana lilit sini jarum sana-sini (awas ranjau di kepala!). Menutup dada, tidak usah model macem-macem yang bisa jadi melanggar syariat, dan yang terpenting mudah dibuka saat mau wudhu (soalnya ane pernah denger kalo misalnya wanita berhijab kalo wudhu itu gak boleh cuman ujungnya doang) juga tidak menyulitkan bagi ibu yang sedang menyusui anaknya. Kalo mo pake model pun  cuman ganti motif sama warna kerudung saja biar gak ngebosenin.

Sekian dulu opini ane soal hijab. Maaf kalo ilmu ane cuman segini dan musti banyak belajar. Masih bingung cara hijab yang bener biar gak ada jendul ala punuk onta ato jendulnya panjang ke belakang kayak pimpinan klan Nura? Tenang, banyak kok infonya di internet ato tanya ke orang-orang yang ngerti bener soal agama seperti temen ane Nida. Kalo yang gak suka ikutin mode kayak ane mending berhijab sesuai syariat saja. Simpel dan tetap menutup aurat. Semoga bermanfaat sista 8)

Friday, 27 September 2013

Lepaskan Bra

Susahnya cari gambar bra yang bukan fanservice



Hayoo, mikirin apa? Sudah-sudah jangan berpikiran aneh-aneh.

Bra adalah barangnya perempuan. Sampai-sampai menjadi bahan curian maling pula. Banyak juga gambar fanservice mengenai wanita dengan bra dan susahnya cari gambar bra yang normal.

Ane kepikiran nulis artikel ini gara-gara Hachibei! Dada shinkansen! Eh salah. Petuah guru pencak silat ane soal teknik. Beliau berpesan jika ingin menjadi pesilat hebat musti rajin sholat, pikiran dan hati musti bersih, juga lepaskan bra saat tidur. Lho? Kenapa disuruh dilepas? Itu berdasarkan pengalaman gurunya guru ane. Kata beliau kalau bra dilepas maka pengaturan nafasnya menjadi lebih baik dan gurunya itu perempuan yang masih terbilang bugar meski sudah lanjut usia.

Perkataan guru ane masih terngiang-ngiang meski orang-orang menganggapnya lelucon. Ada yang meledek kalo be-ha dilepas ntar dadanya kayak orang Irian. Gak disamain juga kalee. Toh mereka kenapa "susunya" panjang menjuntai ke bawah agar bisa dilempar ke belakang. Maksudnya biar gak repot menyusui anak yang digendong di punggungnya. Suatu ketika ane iseng-iseng ubek-ubek artikel acak dari si mbah. Sebuah artikel yang benar-benar mencengangkan.

Judulnya saja (jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia), "Bra Bukanlah Sahabat Terbaik Perempuan". Apa ini konspirasi terselubung yang dilancarkan para fetish macam Hachibei bisa menikmati parts sesuka hati? Kalo gak percaya, cek TKP di sini. Artikel ini ditulis pada April 2013 yang lalu.

Ini adalah ringkasan artikel yang sengaja ane alih bahasakan (bagi yang malas baca artikel bahasa linggis Inggris).

Seorang profesor dari Prancis bernama Jean-Danis Rouillon percaya jika memakai bra akan membawa dampak buruk bagi penggunanya. Untuk menguatkan hipotesisnya itu ia melakukan penelitian selama 15 tahun dengan melibatkan 330 perempuan berusia antara 18-35 tahun. Tak lupa para sukarelawan yang diteliti diukur pula ukuran dadanya.

Hasil penelitiannya menunjukkan:

- Orang yang tidak memakai bra payudaranya terangkat 7 mm/tahun (O.O)

- Payudara orang yang memakai bra sejak gadis akan mengalami pengenduran di usia tua. Hal itu dikarenakan pertumbuhan jaringan pada payudara terhambat oleh penggunaan bra.

- Orang-orang yang tidak memakai bra memiliki payudara yang lebih kencang, stretch mark menghilang (siapa sih cewek yang gak mau kulit mulus bebas stretch mark?), dan nyeri pada punggung pun berkurang.

Bahkan menurut salah seorang sukarelawan yang hanya disebutkan sebagai "Capucine", selama tak menggunakan bra ia mendapat banyak manfaat kesehatan seperti dapat berdiri lebih tegak, mengatasi nyeri punggung yang dialaminya, juga dapat bernafas lebih lega. 

Pantas saja gurunya guru pencak silat ane menyarankan kalau tidur lepas be-ha. Percaya atau tidak itu terserah Anda. Ini adalah sedikit penggalan informasi yang bisa menjadi pertimbangan bagi para perempuan di luar sana.

Sunday, 16 June 2013

Ah~ Unduhan

Menyebalkan juga kalo gak bisa pake IRC T.T
Padahal udah daftar ulang masih gak bisa. Mana daftar unduh XDCC dah banyak. Sudahlah kembali unduh anime ato film lewat "banjir Citoren" aja. Resikonya ya musti pake antivirus yang kuat.

Ah~ unduh lagi. Entah lagu random yang ane denger di radio, OST film/anime/drama, wallpaper baru biar sedikit seger (meski berujung gambar porno "si monyet penasaran" ato "gerombolan domba-domba ajojing", iya kan binatang itu gak pernah pake baju :p), mentahan piranti lunak sumber terbuka buat cadangan kalo instal ulang, sampe film. Anehnya meski ada doku buat ke bioskop lebih demen nonton di kompi hasil unduh mo normal ato banjir Citoren.

Ane bingung ama mental orang sini yang demen ama gretongan (termasuk ane). Apa-apa cari gretong. Mo film, anime, musik, buku digital buat dicontek source code-nya, sampai soal kebutuhan primer maunya yang gretong mulu. Buat apa bayar kalo masih ada yang gretong, pikir sebagian besar orang di sini. Ane maklum juga alasan mereka (termasuk ane) lebih milih yang gretong. Terutama konten multimedia yang digital. Udah kaset langka, CD mahal, inflasi gede, ampe daya beli rendah pula gara-gara BBM mo naik. Kalo diibaratin 1 USD itu 10k, misalnya beli lagu Oosan aja. Lagu galau duet ama Younha itu sekitar 1 dolar lebih.Coba kalo di ke rupiah dengan kurs saat ini? Itu satu lagu aja, belum 1 album.

Kalo dipikir-pikir, serba gretongan gak enak juga. Mo cari lagu zaman jebot DMCA semua. Ane aja susah cari lagu The Who, band lama yang lagunya dijadiin opening semua seri CSI. Unduh di sini, chilling effect lah. Unduh di sana tautan mati. Hemm. Terus cari lagu Nekomata Master. Koneksi tidak mendukung untuk tautan unduh pengunggah (ya kalo sedot dari situs macam rapids**re tanpa "penyedot" tau lah gimana koneksinya). Mo XDCC, akun IRC lagi aneh. Ada sih yang berbayar. Amazon. Hanya saja ane belom ada penghasilan. Nasib.

Dulu sih kaset masih bisa kebeli. Terakhir nemenin kakak beli kaset laruku yang greatest hits (dari yg zebra ampe yang beneran "laruku") harga gak nyampe 50k. Sekarang lihat CD laruku yang Butterfly harganya 95k di toko. Masih inget ane beli VCD Pokemon, harganya gak nyampe 10k per keping. Asli. Itu ane beli waktu SD. Entah koleksi Pokemon pada kemana. Kalo inflasi gak segila sekarang, mungkin ane bisa beli DVD film ato anime ori lebih banyak. Bisa beli CD ato kaset lokal lebih banyak. Bisa mengurangi intensitas berlama-lama menunggu unduhan dengan mengantri di toko atau main sama temen.

Ah, cuman bisa mengkhayal harga CD, DVD, BD turun. Ya terpaksa ane unduh lagi yang gretongan. Jika semua murah mungkin ane bisa beli meski kondisi doku sekarat.

Friday, 14 June 2013

Hello World!

Kayak baru pertama kali belajar pemrograman aja pake "kalimat sakti mandraguna" semacam ini.

Berhubung domain ane habis masa berlakunya, ane pindahin ke sini. Domain gratisan dan pake hosting gratisan. Maklum lah belum ada penghasilan. Mana web belum kelar pula, masih pake CSS 4l4y dan belum dirapihin. Keasyikan galau dan main game jadi lupa kerjaan sendiri u,u

Tulisan nyeleneh tapi font-nya sesuatu....

Ya begitulah ciri khas ane, lebih seneng dengan sesuatu yang sederhana dan apa adanya. Meski bahasanya sedikit ngelantur, melanggar EYD, dan tidak lupa dikejar tukang lontong kari untuk diperiksa. O.O