Friday, 4 April 2014

Mari Bersiwak

Hah, siwak? Apaan tuh? Coba buka buku, tanyakan pada si mbah, atau tanya orang lain yang pernah mendengarnya. Makanya pakai internet jangan cuman nangkring atau kepoin jejaring sosial orang aja :p


sumber : Google Images

Pertanyaan yang biasa ditanyakan orang saat mendengarnya adalah ini buat apa? Siwak sendiri merupakan semacam sikat gigi tradisional yang diperoleh dari ranting pohon arak (Salvadora persica). Pohon arak sendiri merupakan sejenis tanaman perdu yang dapat ditemui dari India hingga ke Afrika. Ini dia gambarnya.

sumber : Wikipedia

Bingung ya? Sama. Di zaman serba modern ini banyak orang bingung kenapa masih pakai "sikat gigi primitif" sementara sekarang ada "sikat gigi yang lebih modern". Bahkan ane pernah diledek Emak gara-gara sering bolak-balik beli siwak. Omong-omong soal sikat gigi jenis ini, kebudayaan kuno saja sudah mengenalnya. Seperti bangsa Babilonia, Mesir, dan orang-orang Tionghoa di masa lalu. Sebenarnya ada banyak jenis sikat gigi alami yang terbuat dari ranting tumbuhan selain siwak. Berhubung ini membahas siwak jadi tulisan ini akan membahas lebih lanjut tentang siwak saja.

Jika ente seorang muslim, pasti pernah mendengar tentang siwak dalam hadits. Bahkan penggunaan siwak dianjurkan. Ada beberapa kondisi di mana kita boleh menggunakannya, misalnya sebelum sholat, sebelum dan sesudah makan, saat memasuki rumah, saat merasa mulut gak enak, dan masih banyak lagi. Berhubung ane tahunya segitu ya sebaiknya cari tahu lebih dalam lagi mengenai penggunaan siwak :)

Ane pertama mengenal siwak dari buku. Ini ada sedikit pengalaman mengenai bersiwak. Dulu saat ane masih pakai sikat gigi, ane sering mengalami keluhan. Setiap gosok gigi pasti ujung-ujungnya gusi berdarah. Mirip ama iklan di TV yang itu lho (awas DP). Padahal udah pake sikat yang katanya lebih lembut dan digosok gak terlalu kuat.

Setelah itu ane gak sengaja nemu buku tentang sunnah Rasul. Ada salah satu pernyataan yang menyebutkan,

"Memakai siwak tidak akan membuat gusi berdarah meski digosok keras-keras."

Pas ane coba bener juga. Malah sampai sekarang ane tetep menggunakan siwak. Berdasarkan pengalaman ane, ane mendapatkan manfaat bersiwak seperti yang ane telusuri di buku dan internet.

  • Memakai siwak tidak akan membuat gusi berdarah meski digosok keras-keras
Kok bisa? Siwak sendiri memiliki struktur batang yang singkatnya seperti risoles isi bihun. Ketika kulit ranting siwak dikelupas, akan muncul jaringan-jaringan yang memanjang seperti bihun. Jaringan yang berada di dalam ranting itulah yang menjadi seperti sikat untuk membersihkan gigi jika dikunyah sedikit. Sifatnya yang lentur membuat siwak tidak melukai gusi meski digosok dengan keras.
  • Lebih mengirit pengeluaran, terutama bagi anak kos atau kuliahan
Ini sih hitung-hitungan sederhana. Sikat gigi biasa normalnya diganti tiga bulan sekali atau jika bentuk sikat sudah berubah. Sedangkan siwak baru diganti jika sudah habis dan bisa bertahan hingga 6 bulan tergantung kemasan, pemakaian, juga perawatannya. Sikat gigi pasti membutuhkan pasta gigi. Kebutuhan pasta gigi yang digunakan pun berbeda tergantung selera, merk, jenis gigi, ukuran, dan harga.

Asumsikan saja harga satu buah sikat gigi 3500 dan pasta gigi berukuran kecil 6000. Pembandingnya adalah sebuah siwak dengan harga 6000. Keduanya dipilih dengan harga termurah yang ada di pasaran saat ini. Kali ini menggunakan prinsip anak kos dan kuliahan dengan uang yang terbatas. Keduanya dihitung dalam jangka waktu penggunaan selama 6 bulan. Manakah yang jauh lebih ekonomis? Itu semua pilihan ente.
  • Mulut terasa lebih wangi dan segar
 Percaya atau tidak coba saja sendiri. Siwak memiliki suatu zat yang dapat menetralkan bau mulut. Rasa siwak sedikit mirip seledri dan wanginya khas. Selain itu kesegaran mulut juga dipengaruhi dari keadaan mulut juga. Pas ane nyari referensi lebih lanjut mengenai siwak, tak sengaja ane menemukan hal ini dalam sebuah forum muslim luar. Ini adalah gambar hasil penelitian mengenai kadar bakteri yang terdapat di mulut seseorang, baik yang menggunakan siwak maupun sikat gigi biasa.

sumber : www.muftisays.com
  • Siwak ramah lingkungan
Sederhana saja. Siwak terbuat dari ranting tanaman. Ranting tanaman lebih mudah terurai dibandingkan plastik. Selain itu siwak dapat mengurangi limbah domestik yang dihasilkan melalui penggunaan pasta gigi. Semua zat aktif yang terdapat dalam pasta gigi terdapat pula pada siwak.
  • Mencegah masalah-masalah gigi dan gusi
Menurut Wikipedia, terdapat beberapa zat aktif yang terkandung dalam siwak. Di antaranya vitamin C, flouride, silica, tannin, saponin, flavonoid, dan sterol.
  • Menenangkan gigi sensitif
Ini dia yang sedikit aneh. Gigi ane emang ada yang sensitif. Waktu itu pernah terasa sakit hingga kepikiran ide aneh yang ane lihat di iklan. Ane iseng gosok bagian yang sensitif dengan siwak dan perlahan rasa sakit itu berkurang.

Bicara soal siwak, ini ada hal-hal yang perlu diketahui tentang pemeliharaannya.

Siwak sama seperti ranting pada umumnya yang mudah kering. Jika sudah kering basahi dengan air atau air sari mawar (bukan air mawar yang dijual di pasaran).

Sebelum digunakan untuk pertama kali, pastikan kupas kulitnya terlebih dahulu. Kunyah sedikit hingga jaringan di dalamnya berubah seperti sikat. Pastikan setiap memakainya dibilas air terlebih dahulu. Jangan lupa dibilas juga sesudahnya.

Siwak perlu pula perawatan rutin agar terjaga kebersihannya. Jika ujung siwak sudah tak terasa lagi rasa aslinya lebih baik dipotong lalu dikupas lagi untuk memperoleh ujung yang baru. Lakukan hal itu hingga siwak benar-benar habis digunakan.

Penyimpanan pun penting. Jangan taruh siwak di kamar mandi terlebih di dekat wastafel atau wc. Memang hal itu praktis. Sebenarnya untuk menghindari kontaminasi silang dari aja. Simpan di tempat yang sulit terjangkau anak kecil agar lebih aman. Jangan lupa keringkan siwak setelah selesai digunakan. Siwak berasal dari kayu yang mudah berjamur.

Masih ragu apakah akan sebersih saat menggunakan sikat gigi biasa? Pernah diajari cara menyikat gigi yang benar di sekolah 'kan? Hal itu berlaku pula saat menggunakan siwak. Memang awalnya sulit karena tak biasa menggunakan siwak. Nanti lama-kelamaan terbiasa. Malah siwak dapat menjangkau sela-sela gigi lebih baik dari sikat gigi biasa.

Beli di mana ya? Siwak banyak ditemui di toko-toko perlengkapan muslim atau haji. Kalo misalnya sulit mending beli grosiran di Tanah Abang lalu dijual lagi pada yang membutuhkan. Harga jauh lebih miring karena membeli grosiran juga dapat menyalurkan siwak ke tempat-tempat yang belum terjangkau jalur distribusi umumnya.

Nah, itu dia sedikit pengalaman ane tentang bersiwak. Semoga bermanfaat.