Tuesday, 8 July 2014

Jadi Guru itu Ribet ya

Ane baru aja nyadar kalo jadi guru itu sangat ribet. Padahal semasa sekolah dulu bisa dibilang ane itu anak bandel.

Setiap orang memiliki bakat menjadi guru. Mulai dari guru bijak seperti Aristoteles dan Nabi Khidir hingga guru nyeleneh seperti Sinto Gendeng dan Zhou Botong (kalo kata orang sini mah Chu Pek Thong, eh bener gak sih nulis transliterasi dialek Hokkiennya?). Gak percaya? Coba deh jawab pertanyaan sederhana yang diajuin orang lain. Pasti ente berusaha menjelaskan jawaban itu dengan bahasa yang dimengerti mereka 'kan?

Kalo dulu, orang tua gak bolehin anaknya jadi guru kecuali kalo mereka orang kampung. Dulu tahu sendirilah, gaji guru dibandingkan dengan dokter, tentara, polisi, ato profesi pasaran anak SD lainnya jauh lebih kecil. Kalo sekarang, malah orang tua ane nyuruh ane jadi guru *eh*. Soal gaji, gaji guru honorer aja bisa lebih gede dari SPG. Belum kalo udah jadi PNS. Gaji plus tunjangan guru bersertifikasi aja gajinya lebih gede dari gaji Babeh ane yang notabene seorang kepala keuangan klinik.

Masalah yang sering dihadapi guru adalah perkembangan zaman. Zaman sekarang makin edan, itulah kata lagu Indonesia jadul yang ane lupa siapa penyanyinya. Beda zaman beda pula pola pendidikannya. Misalnya, teknik mengajar era 70-an gak bisa diterapkan di era 2000-an. Soalnya masalah zaman sekarang jauh lebih kompleks. Mulai dari dampak buruk teknologi hingga derasnya arus pergaulan bebas. Guru sekadar mengajar di depan kelas saja dianggap pepesan kosong, kecuali kalo gurunya cocok dengan gaya belajar murid atau gurunya punya wajah bening alias IGO. Makin parah kalo gurunya gaptek. Bayangkan saja muridnya mencontek berjamaah melalui jejaring sosial dan guru tidak bisa berbuat apa-apa karena gak ngerti.

Ane pernah baca artikel Pak Ajip (bacanya pake "y", kata orangnya sendiri di tulisannya) mengenai perbandingan pendidikan di Indonesia dan Malaysia. Sama-sama satu rumpun tapi beda jauh. Udahlah, kesampingkan dulu permusuhan kedua bangsa gara-gara sepak bola atau tulisan di dunia maya.

Orang Malaysia mengajari muridnya dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Mereka menggunakan teknologi terkini untuk alat bantu belajar, mempertimbangkan psikologi murid-muridnya, hingga menggunakan bahasa sedekat mungkin dengan bahasa yang muridnya gunakan.

Kalo orang Indonesia, guru yang seperti itu bisa dihitung dengan jari. Kebanyakan guru sering ninggalin muridnya gitu aja entah ke mana. Kalo mengajar seperti ngomong ama papan tulis. Udah gitu, ada juga guru yang pundung pergi gak ngajar lagi di kelas gara-gara gak kuat menangani bandelnya murid zaman sekarang. Malah ada guru yang sempet-sempetnya selfie dan sibuk ikut-ikutan murid eksis di dunia maya pas jam pelajaran berlangsung. Bisa disebut sebagai "oknum guru" untuk membedakan dengan guru yang baik.

Kalo lihat berita, kadang miris dengan unjuk rasa yang dilakukan oleh para guru. Tuntutannya sih sederhana, minta diangkat jadi PNS atau meminta perhatian lebih pada dunia pendidikan. Kasihan juga dengan para guru yang mengabdi lama di desa. Kebanyakan adalah guru honorer yang menunggu nasib menjadi guru PNS. Mereka malah mengajar dengan sepenuh hati tapi pemerintah seakan tidak peduli dengan nasib mereka. Padahal gak bakal ada orang-orang pemerintahan jika tidak dididik oleh guru. Kayak kacang lupa kulitnya.

Guru berfungsi sebagai orang tua di sekolah. Bayangkan saja sekolah seperti suasana di rumah yang kacau balau. Orang tuanya tidak diperhatikan akan berdampak pada anak-anaknya. Guru jauh lebih sabar dibandingkan seorang ibu. Jika ibu dimaki anak sendiri saja sudah sakit apalagi dimaki oleh anak orang. Mereka harus terlihat lebih cerdas daripada muridnya. Mereka juga harus dituntut menjadi pribadi yang luwes akan perkembangan ilmu pengetahuan dan zaman. Menjadi guru tidak semudah para calon legislatif berkoar-koar menebar janji di depan para pendukungnya. Mereka juga dituntut memiliki kemampuan berbahasa yang baik agar bisa menerjemahkan ilmu yang mereka peroleh dengan bahasa anak didiknya.

Tidak mudah menjadi guru. Guru memiliki tanggung jawab yang sama seperti orang tua. Bedanya hanya mendidik anak orang agar menjadi manusia berguna di masa depan kelak. Boleh ente tidak menyukai guru mata pelajaran tertentu, tapi ente jangan sekali-kali melukai perasaannya.

Pernah dulu guru Bahasa Inggris SMP ane bercerita mengenai masa mudanya. Saat itu beliau baru saja selesai mengajar dan tidak sengaja terkena ludah oleh salah seorang murid dari lantai atas. Saat diselidiki oleh pihak sekolah, ternyata pelakunya adalah salah satu murid kesayangannya. Guru ane pun kecewa. Kenapa murid yang selama ini beliau banggakan berbuat setega itu? Sang murid berkata ia tidak sengaja melakukannya lalu meminta maaf. Namun karena sudah terlanjur sakit hati, beliau sulit untuk memaafkannya. Penyesalan itu terus saja menghantui si murid hingga beberapa hari berselang, terdengar berita duka di telinga beliau. Sang murid sudah tiada. Ia tewas saat menyeberangi perlintasan kereta api yang tak jauh dari sekolah. Menurut kabar yang beliau dengar dari temannya, saat itu ia sedang berjalan dan ia tidak tahu jika kereta akan mendekat. Dengan cepat kereta menyambar tubuh mungilnya dan membuatnya terpental hingga tepi jalan.

"Padahal dia itu anaknya baik. Orangnya juga cantik," kata beliau di akhir ceritanya. Tak heran, kenapa orang-orang bijak pernah berkata, jangan sekali-kali melukai perasaan gurumu. Banyak cerita yang ane dengar baik di media cetak maupun elektronik bercerita mengenai penyesalan seorang murid karena telah memperlakukan gurunya dengan buruk. Setidaksukanya ente pada guru mata pelajaran tertentu, tetap hadiri kelasnya. Kesampingkan emosi pribadi ente untuk kebaikan ente sendiri. Toh mereka tak peduli ente hadir atau tidak. Mereka hanya peduli apakah murid-murid seperti ente bisa menjadi anak berguna dan sukses kelak.

Akhir kata, memang jadi guru itu ribet ya. Seperti kata pepatah, tidak kenal maka tidak sayang. Jika kau tidak kenal siapa gurumu, kau tidak akan menyayanginya. Jika ente ingin dihargai, hargailah orang lain. Guru bukanlah malaikat. Mereka juga manusia yang bisa melakukan kesalahan. Andai saja pemerintah bisa mendengar suara hati mereka dan tidak sibuk dengan dunianya sendiri, niscaya negeri ini akan jauh lebih baik. Ah, ane jadi inget banyak dosa ama guru ane. Mumpung masih hidup, kenapa gak coba jalin silaturahim aja?

Friday, 4 April 2014

Mari Bersiwak

Hah, siwak? Apaan tuh? Coba buka buku, tanyakan pada si mbah, atau tanya orang lain yang pernah mendengarnya. Makanya pakai internet jangan cuman nangkring atau kepoin jejaring sosial orang aja :p


sumber : Google Images

Pertanyaan yang biasa ditanyakan orang saat mendengarnya adalah ini buat apa? Siwak sendiri merupakan semacam sikat gigi tradisional yang diperoleh dari ranting pohon arak (Salvadora persica). Pohon arak sendiri merupakan sejenis tanaman perdu yang dapat ditemui dari India hingga ke Afrika. Ini dia gambarnya.

sumber : Wikipedia

Bingung ya? Sama. Di zaman serba modern ini banyak orang bingung kenapa masih pakai "sikat gigi primitif" sementara sekarang ada "sikat gigi yang lebih modern". Bahkan ane pernah diledek Emak gara-gara sering bolak-balik beli siwak. Omong-omong soal sikat gigi jenis ini, kebudayaan kuno saja sudah mengenalnya. Seperti bangsa Babilonia, Mesir, dan orang-orang Tionghoa di masa lalu. Sebenarnya ada banyak jenis sikat gigi alami yang terbuat dari ranting tumbuhan selain siwak. Berhubung ini membahas siwak jadi tulisan ini akan membahas lebih lanjut tentang siwak saja.

Jika ente seorang muslim, pasti pernah mendengar tentang siwak dalam hadits. Bahkan penggunaan siwak dianjurkan. Ada beberapa kondisi di mana kita boleh menggunakannya, misalnya sebelum sholat, sebelum dan sesudah makan, saat memasuki rumah, saat merasa mulut gak enak, dan masih banyak lagi. Berhubung ane tahunya segitu ya sebaiknya cari tahu lebih dalam lagi mengenai penggunaan siwak :)

Ane pertama mengenal siwak dari buku. Ini ada sedikit pengalaman mengenai bersiwak. Dulu saat ane masih pakai sikat gigi, ane sering mengalami keluhan. Setiap gosok gigi pasti ujung-ujungnya gusi berdarah. Mirip ama iklan di TV yang itu lho (awas DP). Padahal udah pake sikat yang katanya lebih lembut dan digosok gak terlalu kuat.

Setelah itu ane gak sengaja nemu buku tentang sunnah Rasul. Ada salah satu pernyataan yang menyebutkan,

"Memakai siwak tidak akan membuat gusi berdarah meski digosok keras-keras."

Pas ane coba bener juga. Malah sampai sekarang ane tetep menggunakan siwak. Berdasarkan pengalaman ane, ane mendapatkan manfaat bersiwak seperti yang ane telusuri di buku dan internet.

  • Memakai siwak tidak akan membuat gusi berdarah meski digosok keras-keras
Kok bisa? Siwak sendiri memiliki struktur batang yang singkatnya seperti risoles isi bihun. Ketika kulit ranting siwak dikelupas, akan muncul jaringan-jaringan yang memanjang seperti bihun. Jaringan yang berada di dalam ranting itulah yang menjadi seperti sikat untuk membersihkan gigi jika dikunyah sedikit. Sifatnya yang lentur membuat siwak tidak melukai gusi meski digosok dengan keras.
  • Lebih mengirit pengeluaran, terutama bagi anak kos atau kuliahan
Ini sih hitung-hitungan sederhana. Sikat gigi biasa normalnya diganti tiga bulan sekali atau jika bentuk sikat sudah berubah. Sedangkan siwak baru diganti jika sudah habis dan bisa bertahan hingga 6 bulan tergantung kemasan, pemakaian, juga perawatannya. Sikat gigi pasti membutuhkan pasta gigi. Kebutuhan pasta gigi yang digunakan pun berbeda tergantung selera, merk, jenis gigi, ukuran, dan harga.

Asumsikan saja harga satu buah sikat gigi 3500 dan pasta gigi berukuran kecil 6000. Pembandingnya adalah sebuah siwak dengan harga 6000. Keduanya dipilih dengan harga termurah yang ada di pasaran saat ini. Kali ini menggunakan prinsip anak kos dan kuliahan dengan uang yang terbatas. Keduanya dihitung dalam jangka waktu penggunaan selama 6 bulan. Manakah yang jauh lebih ekonomis? Itu semua pilihan ente.
  • Mulut terasa lebih wangi dan segar
 Percaya atau tidak coba saja sendiri. Siwak memiliki suatu zat yang dapat menetralkan bau mulut. Rasa siwak sedikit mirip seledri dan wanginya khas. Selain itu kesegaran mulut juga dipengaruhi dari keadaan mulut juga. Pas ane nyari referensi lebih lanjut mengenai siwak, tak sengaja ane menemukan hal ini dalam sebuah forum muslim luar. Ini adalah gambar hasil penelitian mengenai kadar bakteri yang terdapat di mulut seseorang, baik yang menggunakan siwak maupun sikat gigi biasa.

sumber : www.muftisays.com
  • Siwak ramah lingkungan
Sederhana saja. Siwak terbuat dari ranting tanaman. Ranting tanaman lebih mudah terurai dibandingkan plastik. Selain itu siwak dapat mengurangi limbah domestik yang dihasilkan melalui penggunaan pasta gigi. Semua zat aktif yang terdapat dalam pasta gigi terdapat pula pada siwak.
  • Mencegah masalah-masalah gigi dan gusi
Menurut Wikipedia, terdapat beberapa zat aktif yang terkandung dalam siwak. Di antaranya vitamin C, flouride, silica, tannin, saponin, flavonoid, dan sterol.
  • Menenangkan gigi sensitif
Ini dia yang sedikit aneh. Gigi ane emang ada yang sensitif. Waktu itu pernah terasa sakit hingga kepikiran ide aneh yang ane lihat di iklan. Ane iseng gosok bagian yang sensitif dengan siwak dan perlahan rasa sakit itu berkurang.

Bicara soal siwak, ini ada hal-hal yang perlu diketahui tentang pemeliharaannya.

Siwak sama seperti ranting pada umumnya yang mudah kering. Jika sudah kering basahi dengan air atau air sari mawar (bukan air mawar yang dijual di pasaran).

Sebelum digunakan untuk pertama kali, pastikan kupas kulitnya terlebih dahulu. Kunyah sedikit hingga jaringan di dalamnya berubah seperti sikat. Pastikan setiap memakainya dibilas air terlebih dahulu. Jangan lupa dibilas juga sesudahnya.

Siwak perlu pula perawatan rutin agar terjaga kebersihannya. Jika ujung siwak sudah tak terasa lagi rasa aslinya lebih baik dipotong lalu dikupas lagi untuk memperoleh ujung yang baru. Lakukan hal itu hingga siwak benar-benar habis digunakan.

Penyimpanan pun penting. Jangan taruh siwak di kamar mandi terlebih di dekat wastafel atau wc. Memang hal itu praktis. Sebenarnya untuk menghindari kontaminasi silang dari aja. Simpan di tempat yang sulit terjangkau anak kecil agar lebih aman. Jangan lupa keringkan siwak setelah selesai digunakan. Siwak berasal dari kayu yang mudah berjamur.

Masih ragu apakah akan sebersih saat menggunakan sikat gigi biasa? Pernah diajari cara menyikat gigi yang benar di sekolah 'kan? Hal itu berlaku pula saat menggunakan siwak. Memang awalnya sulit karena tak biasa menggunakan siwak. Nanti lama-kelamaan terbiasa. Malah siwak dapat menjangkau sela-sela gigi lebih baik dari sikat gigi biasa.

Beli di mana ya? Siwak banyak ditemui di toko-toko perlengkapan muslim atau haji. Kalo misalnya sulit mending beli grosiran di Tanah Abang lalu dijual lagi pada yang membutuhkan. Harga jauh lebih miring karena membeli grosiran juga dapat menyalurkan siwak ke tempat-tempat yang belum terjangkau jalur distribusi umumnya.

Nah, itu dia sedikit pengalaman ane tentang bersiwak. Semoga bermanfaat.

Monday, 24 March 2014

Unduh MP3

Judulnya gak nyambung ya. Emang ciri khas ane sedikit gajes. Maklumlah ini adalah jurnalnya si Oon Suroon eh ane. Setahu ane kate guru Bahasa Indonesia, judul itu kagak boleh pake tanda baca. Jadi tanda tanya emang sengaja ane hilangin.

Judulnya geje, emang. Ini adalah curhatan seorang pecinta musik yang pengen tobat dari dunia hitam. Kalo beli di iTunes, Amazon, eBay, ato situs toko musik digital luar sana pasti pake Dolar. Udah tahu dolar sedang stress. Ini namanya penindasan! Menurunkan daya beli orang kere termasuk ane! *nah lo* Karena terlalu kapitalis makanya pembajakan merajalela. Dengan harga yang sama (coba ganti harga satu album unduh resmi dengan pulsa internet) udah dapet lebih banyak lewat torrent ato XDCC.

hanya bisa berharap harga album digital asli turun T.T


Bicara soal unduh-mengunduh, ane kepikiran gara-gara lagi nunggu beli basreng di tempat langganan. Ada yang lagi ngomongin unduh lagu iTunes. Ane mikir, ceile unduh lewat iTunes mentang-mentang pake "buah apel digigit orang". Padahal dulu pake HP buatan China terus unduh lagu bajakan bebas. Entah itu lagu dangdut, tarling, ato lagu ajep-ajep. Merasa naik kasta gara-gara HP bagus. Padahal belum tentu paket internetnya pake duit sendiri alias masih ngutang ama ortu.

Bicarain soal unduh ato download bahasa gaulnya mah. Ane cuman pengen dua album, Owl City ama Nekomata Master. Dua-duanya ane unduh dari situs unduhan luar soalnya jarang ada situs unduhan resmi lokal. Lagi-lagi pake Dolar. Jika diibaratkan satu album itu 12 lagu dan harga per lagunya 9000 jika dikonversikan ke Rupiah dengan kurs sekarang berarti satu album bisa sampai 108 ribu. Buset, satu album Barat aja udah segitu apalagi artis J-Pop yang ngeluarin single dulu baru album? Hanya orang berduit saja yang bisa unduh resmi. Kalo orang kere, orang berdoku terbatas seperti mahasiswa, pekerja freelance, ato misalnya minta ke ortu belum tentu dikasih.

Bagaikan langit dan bumi (kok ngikutin acara TV sebelah -,-), orang berdoku terbatas seperti para mahasiswa lebih seneng unduh gratis. Entah itu dari situs hosting luar atau lokal, DCC / XDCC, hingga torrent. Bisa dibilang prinsip ekonomi, mendapatkan kepuasan sebesar-besarnya dengan doku terbatas (baca : sebatas kuota modem ente jika pakai modem USB). Kalo dipikir jika unduh album digital asli bisa lebih dari 108 ribu belum termasuk harga paket internet yang ente gunakan, dengan harga yang sama pengunduh gratis bisa jauh lebih banyak mengunduh.

Apa bedanya sih lagu asli ama bajakan? Sekilas terlihat sama kualitasnya karena ane gak bisa bedain suara seperti ahlinya. Padahal kalo lagu asli gak semahal itu secara langsung bisa menaikkan penjualan. Banyak yang lebih pilih yang asli dibandingkan bajakan karena lebih murah. Selain itu menurunkan tingkat pembajakan karena ngapain juga ngebajak kalo masih ada yang murah (apalagi gretong). Ah, itu mah cuman bisa ngarep dalam mimpi dapet lagu asli murah meriah kw 320 kbps satu album pula. Jujur aja ane lebih demen yang asli karena bisa bantu artisnya. Bisa aja duit yang mereka dapet buat amal sama aja nambah pahala.

Monday, 27 January 2014

Lagu Latar Acara di Televisi

Ah, rese juga tiap buka halaman unduh ketemu iklan. Daripada ngenes mending nulis aja sambil nunggu unduhan beres.

Kepikiran ide ini gara-gara lihat acara TV.  Liatin televisi luar dan beberapa stasiun televisi lokal musik latarnya terbilang bagus. Ada yang meracik sendiri lagu latarnya. Contohnya adalah penata musik di sinetron (jelas lah kalo sinetron mah). Ada yang temanya sedikit gelap seperti di Putih Abu-Abu, temanya konyol seperti di PPT ato Tukang Bubur Naik Haji, dan ada juga yang pas untuk pertarungan seperti di Raden Kian Santang. Kok jadi bicarain sinetron ya?

Bicara soal musik latar, gak semua lagu latar setiap stasiun televisi racik sendiri seperti halnya stasiun luar atau PH sinetron tadi. Ada juga yang memakai lagu buatan orang, baik itu buatan asing maupun lagu latar buatan band lokal Tanah Air. Nah, ane mo sedikit kasih tahu lagu-lagu apa saja yang pernah jadi lagu latar acara televisi minus acara berita dan sinetron.

Lagu Barat yang baru atau jadi chart top 40 di radio

Ini lagu latar yang paling sering diputer di setiap acara televisi. Lagu ini terkesan mengikuti zaman karena chart di radio setiap hari dan minggunya selalu berubah. Contohnya lagu Katy Perry - Unconditionally atau Daft Punk feat Pharell Williams - Get Lucky.

Paramore

Band dengan vokalis neng Hayley Williams ini sering diputar sebagai lagu latar acara-acara televisi. Biasanya lagu Paramore sering ditemukan pada acara-acara anak muda, TV magazine, gosip, hingga acara olah raga yang sering memutar lagu ini. Lagu yang paling sering dijadikan latar diantaranya Brick By Boring Brick, Ignorance, juga Still Into You.

Lagu latar game konsol

Jika ente seorang gamer pasti telinga ente jeli ketika mendengar salah satu lagu itu diputar. Setiap game memiliki lagu yang menjadi ciri khas seperti Mario Bros, seri Harvest Moon, dan serial Final Fantasy. Beberapa lagu dari game konsol kerap kali terdengar sebagai musik latar di televisi.

Depapepe

Mungkin ini jadi lagu sejuta umat di TV Indo kali ya. Baik itu televisi yang mengudara tingkat nasional hingga televisi lokal yang ada di setiap daerah. Depapepe adalah sebuah grup musik asal Jepang yang digawangi dua orang gitaris dengan gitar akustiknya. Setiap lagu yang dimainkan oleh Depapepe memiliki ciri khas tersendiri yang mudah dikenali. Lagu yang sering dijadikan latar acara televisi adalah Ii-Hi Dattane.

Guitar Slim - You Give Me Nothing But The Blues

Mendengar lagu ini pasti terbayang acara Kick Andy. Yup, potongan lagu ini pernah menjadi pembuka dan juga iklan dari program ini beberapa tahun silam. Kalo gak salah lagu ini adalah salah satu lagu kesukaan dari pembawa acara talk show inspiratif ini.

Akeboshi - Wind

Ane gak ngerti kenapa lagu ini bisa jadi lagu latar acara gosip. Ending Naruto yang pertama ini pernah ditemukan di salah satu acara gosip terkenal Tanah Air.

Sin - Brooklyn Heights

Biasanya lagu ini sering ditemui di radio lokal. Lagunya santai dan kesannya sedikit bodor saat mendengar alunan ukulele yang mengiringinya. Lagu ini adalah lagu latar dari dorama Jepang Boku Dake no Madonna (pernah tayang di salah satu televisi swasta nasional dengan judul My Madonna beberapa tahun silam). Pernah terdengar di sebuah acara dokumenter salah satu televisi swasta.

Mishil Theme (karena gak tahu judulnya apa)

Lagu ini berkesan misterius sesuai dengan karakter Mishil itu sendiri. Lagu ini adalah lagu latar dari drama Korea The Great Queen Seondeok yang pernah tayang beberapa tahun silam. Sesuai dengan karakter dari lagu ini, lagu ini kerap kali ditemui pada acara-acara berbau horor dan mistis.

Rica Matsumoto - Alive A Life

Tidak semua orang pernah atau mau menonton relai Siaran Pendidikan di televisi lokal dan TVRI pada jam-jam tertentu. Jika beruntung, ente bisa mendengar potongan lagu ini pada opening Fisika itu Asyik. Lagu ini sendiri adalah lagu opening Kamen Rider Ryuki yang pernah tayang beberapa tahun silam.

Ryu - My Memory (instrumental)

Biasanya lagu ini ditemui pada acara-acara inspiratif. Lagu ini sendiri adalah lagu latar dari drama Korea Winter Sonata yang pernah tayang di salah satu televisi swasta nasional. Lagunya memang membawa bernada sendu. Terlebih lagi versi instrumental dengan dominasi biola nan menyayat hati. Terdapat dua versi dari lagu instrumental ini, versi biola dengan piano dan versi piano saja.

Nobuyuki Hirakuya - Blurry Eyes

Dulu ada acara Jelang Siang dan jika ente jeli lagu yang sering diputar adalah ini. Iramanya jauh lebih santai dari lagu aslinya. Lagu ini adalah lagu cover versi akustik L'Arc~en~Ciel - Blurry Eyes.

Foster The People - Houdini

Lagu ini sering ditemukan pada acara selingan Warna yang pernah tayang di sebuah televisi swasta. Bahkan bisa dibilang lagu ini lagu khasnya seperti halnya Blurry Eyes yang sering diputar di setiap tayangan Jelang Siang.

Lagu-lagu dengan judul sesuai tema

Biasanya sering ditemui pada acara News Maker. Acara ini memang membahas hal-hal yang menjadi buah bibir masyarakat dalam satu minggu. Uniknya lagu latar setiap episodenya sesuai dengan tema saat itu. Misalnya lagu-lagu Slank dan Iwan Fals muncul jika menceritakan tentang korupsi. Lagu yang menjadi lagu latar berasal dari lintas genre dan lucunya jika disatukan seakan bercerita mengenai tema itu.

Departure

Ane juga gak tahu sih siapa komposernya. Cuman itu tulisan yang ada dalam daftar lagu di komputer ane. Lagu ini sendiri memang melodinya terkesan sendu. Lagu ini merupakan salah satu image sound dari anime Rurouni Kenshin (kalo di Indonesia lebih dikenal dengan Samurai X). Lagu ini sering diputar pada saat kasus Ade Sara sedang heboh di televisi.

Opick - Bila Waktu T'lah Berakhir

Satu kata yang identik dengan lagu ini, musibah. Lagu yang sering dijadikan lagu latar baik di acara berita maupun infotainment. Baik itu musibah bencana alam maupun kematian. Lirik lagu dan melodinya yang sendu sangat cocok menggambarkan kejadian itu.

Linkin Park - Castle of Glass

Jujur aja ane gak terlalu mengikuti Linkin Park. Bahkan ane baru mendengar lagu ini. Saat ane mendengarkan dengan jeli, nampaknya ane pernah mendengar lagu ini sebelumnya. Penggalan lagu ini dapat ditemui pada eye catch X-Games Indonesia.

Segitu aja lagu yang ane ketahui yang pernah menjadi lagu latar acara-acara televisi. Masih banyak lagi lagu lain yang barangkali ane gak tahu.

Saturday, 19 October 2013

Hijab Nurarihyon

"Yang bahaya bukanlah hal baru yang kita tahu, namun hal lama yang kita percayai dan ternyata salah."
- Mark Twain

Kepikiran ama celetukan Nida pas PKL dulu. Soal kerudung lagi. Temen ane yang satu itu emang sih tergolong paling alim dibandingkan yang lain. Tidak seperti ane yang cenderung setengah waras bersama partner-in-crime ane di tempat PKL (yang urus blog tetangga ama pasang gambar terlarang ane seenaknya -o-). Sudah-sudah, selesai dulu basa-basinya. Kembali ke judul.

Celetukan Nida mengingatkan ane ama fenomena hijab aka kerudung yang lagi tren akhir-akhir ini. Kalo kata buku-buku yang ane pernah baca sih "kudung gaul". Tapi dia berkata soal "kerudung punuk onta". Apaan tuh? Ane kagak pernah denger. Katanya sih kalo kerudung itu ada batasannya. Musti nutupin dada, simpel, ama kagak mirip punuk onta. Masih bingung juga ama perkataan temen ane ini. Terus temen ane juga bicarain soal hadist yang intinya melarang soal kerudung punuk onta. Ane masih aja bingung karena baru denger.

Pas bulan puasa kemaren ada tayangan soal hijab di seksi Sorotan Siang tvOne ama Redaksi Siang Trans7. Lagi-lagi bahas tren hijab yang sedang berkembang di tanah air. Ada tren ala biarawati, tren turban, tren Syahrini, Ashanti, ampe kerudung ala neng Fatin. Ane tahunya kalo berhijab itu sesuai surat An Nur ayat 31 aja. Terus ada penjelasan dari Mama Dedeh soal punuk onta dan hadist yang pernah diceritain ama Nida sebelumnya.

Apa hubungannya ama Nurarihyon? Emang nyambung ya anime ama hijab?

sumber : images.google.com; ane edit sedikit pake penanda

Gambar di atas adalah punuknya si onta. Maksudnya hijab yang dikenakan tidak boleh menonjol seperti halnya punuk si onta kece itu. Kebanyakan cewek, mo ibu-ibu ato anak muda demen ama model semacam itu. Sampai-sampai di pasar saja banyak ciput dengan "jendul" ala punuknya si onta. Bah susah bener cari ciput biasa, kebanyakan jendul semua. Kalo ada orang iseng kayak ane tuh jendul bisa dijadiin sak tinju ato wadah nyimpen jarum buat ngejahit :D


inilah alasan ane nyebut hijab Nurarihyon

Inilah gaya berhijab yang Nida maksud, punuk onta. Hijab yang dilarang oleh agama karena "jendul". Sekilas kalo lihat orang dengan hijab ini mengingatkan ane dengan Rikuo Nura di malam hari ato kakeknya. Itulah asosiasi singkat ane soal punuk onta (biar gampang inget aja mengingat ane ini demen anime). Bicara soal hijab ala pimpinan klan yokai Nura itu ada sebuah hadist yang terang-terangan melarang soal itu. Ane petik sedikit sumbernya dari situs kajianislam.net.

Beginilah Gambar Perempuan Yang Kepalanya Ibarat Punuk Onta, Yang Disebutkan Oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam Dalam Hadits Shahih Riwayat Imam Muslim dan Lainnya Bahwasanya Mereka Tidak Akan Masuk Surga dan Tidak Akan Mencium Bau Wangi Surga, Padahal Bau Wangi Surga Bisa Dicium Dari Jarak Yang Sangat Jauh..

Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda”

 ( صنفان من أهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس ونساء كاسيات عاريات مائلات مميلات رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لايدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وان ريحها لتوجد من مسيرة كذاوكذا )
رواه أحمد ومسلم في الصحيح .

“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya,
1.      Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia [maksudnya penguasa yang dzalim],
2.      dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”.

(HR. Muslim dan yang lain).

Penjelasan Hadits Menurut Para Ulama:

Imam An Nawawi dalam Syarh-nya atas kitab Shahih Muslim berkata:
“Hadis ini merupakan salah satu mukjizat Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Apa yang telah beliau kabarkan kini telah terjadi…

Adapun “berpakaian tapi telanjang”, maka ia memiliki beberapa sisi pengertian.
Pertama, artinya adalah mengenakan nikmat-nikmat Allah namun telanjang dari bersyukur kepada-Nya.
Kedua, mengenakan pakaian namun telanjang dari perbuatan baik dan memperhatikan akhirat serta menjaga ketaatan.
Ketiga, yang menyingkap sebagian tubuhnya untuk memperlihatkan keindahannya, mereka itulah wanita yang berpakaian namun telanjang.
Keempat, yang mengenakan pakaian tipis sehingga menampakkan bagian dalamnya, berpakaian namun telanjang dalam satu makna.
Sedangkan “maa`ilaatun mumiilaatun”, maka ada yang mengatakan: menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan apa-apa yang seharusnya mereka perbuat, seperti menjaga kemaluan dan sebagainya.
“Mumiilaat” artinya mengajarkan perempuan-perempuan yang lain untuk berbuat seperti yang mereka lakukan.

Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” itu berlenggak-lenggok ketika berjalan, sambil menggoyang-goyangkan pundak.
Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas, yaitu model para pelacur yang telah mereka kenal.
“Mumiilaat” yaitu yang menyisirkan rambut perempuan lain dengan gaya itu.
Ada yang mengatakan, “maa`ilaat” maksudnya cenderung kepada laki-laki.
“Mumiilaat” yaitu yang menggoda laki-laki dengan perhiasan yang mereka perlihatkan dan sebagainya.

Adapun “kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta”, maknanya adalah mereka membuat kepala mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan punuk-punuk unta. Ini adalah penafsiran yang masyhur. 

Al Maaziri berkata: dan mungkin juga maknanya adalah bahwa mereka itu sangat bernafsu untuk melihat laki-laki dan tidak menundukkan pandangan dan kepala mereka.
Sedang Al Qoodhiy memilih penafsiran bahwa itu adalah yang menyisir rambutnya dengan gaya condong ke atas. Ia berkata: yaitu dengan memilin rambut dan mengikatnya ke atas kemudian menyatukannya di tengah-tengah kepala sehingga menjadi seperti punuk-punuk unta.
Lalu ia berkata: ini menunjukkan bahwa maksud perumpamaan dengan punuk-punuk unta adalah karena tingginya rambut di atas kepala mereka, dengan dikumpulkannya rambut di atas kepala kemudian dipilin sehingga rambut itu berlenggak-lenggok ke kiri dan ke kanan kepala.

Berhijab itu intinya simpel aja. Gak usah lilit sana lilit sini jarum sana-sini (awas ranjau di kepala!). Menutup dada, tidak usah model macem-macem yang bisa jadi melanggar syariat, dan yang terpenting mudah dibuka saat mau wudhu (soalnya ane pernah denger kalo misalnya wanita berhijab kalo wudhu itu gak boleh cuman ujungnya doang) juga tidak menyulitkan bagi ibu yang sedang menyusui anaknya. Kalo mo pake model pun  cuman ganti motif sama warna kerudung saja biar gak ngebosenin.

Sekian dulu opini ane soal hijab. Maaf kalo ilmu ane cuman segini dan musti banyak belajar. Masih bingung cara hijab yang bener biar gak ada jendul ala punuk onta ato jendulnya panjang ke belakang kayak pimpinan klan Nura? Tenang, banyak kok infonya di internet ato tanya ke orang-orang yang ngerti bener soal agama seperti temen ane Nida. Kalo yang gak suka ikutin mode kayak ane mending berhijab sesuai syariat saja. Simpel dan tetap menutup aurat. Semoga bermanfaat sista 8)

Friday, 27 September 2013

Lepaskan Bra

Susahnya cari gambar bra yang bukan fanservice



Hayoo, mikirin apa? Sudah-sudah jangan berpikiran aneh-aneh.

Bra adalah barangnya perempuan. Sampai-sampai menjadi bahan curian maling pula. Banyak juga gambar fanservice mengenai wanita dengan bra dan susahnya cari gambar bra yang normal.

Ane kepikiran nulis artikel ini gara-gara Hachibei! Dada shinkansen! Eh salah. Petuah guru pencak silat ane soal teknik. Beliau berpesan jika ingin menjadi pesilat hebat musti rajin sholat, pikiran dan hati musti bersih, juga lepaskan bra saat tidur. Lho? Kenapa disuruh dilepas? Itu berdasarkan pengalaman gurunya guru ane. Kata beliau kalau bra dilepas maka pengaturan nafasnya menjadi lebih baik dan gurunya itu perempuan yang masih terbilang bugar meski sudah lanjut usia.

Perkataan guru ane masih terngiang-ngiang meski orang-orang menganggapnya lelucon. Ada yang meledek kalo be-ha dilepas ntar dadanya kayak orang Irian. Gak disamain juga kalee. Toh mereka kenapa "susunya" panjang menjuntai ke bawah agar bisa dilempar ke belakang. Maksudnya biar gak repot menyusui anak yang digendong di punggungnya. Suatu ketika ane iseng-iseng ubek-ubek artikel acak dari si mbah. Sebuah artikel yang benar-benar mencengangkan.

Judulnya saja (jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia), "Bra Bukanlah Sahabat Terbaik Perempuan". Apa ini konspirasi terselubung yang dilancarkan para fetish macam Hachibei bisa menikmati parts sesuka hati? Kalo gak percaya, cek TKP di sini. Artikel ini ditulis pada April 2013 yang lalu.

Ini adalah ringkasan artikel yang sengaja ane alih bahasakan (bagi yang malas baca artikel bahasa linggis Inggris).

Seorang profesor dari Prancis bernama Jean-Danis Rouillon percaya jika memakai bra akan membawa dampak buruk bagi penggunanya. Untuk menguatkan hipotesisnya itu ia melakukan penelitian selama 15 tahun dengan melibatkan 330 perempuan berusia antara 18-35 tahun. Tak lupa para sukarelawan yang diteliti diukur pula ukuran dadanya.

Hasil penelitiannya menunjukkan:

- Orang yang tidak memakai bra payudaranya terangkat 7 mm/tahun (O.O)

- Payudara orang yang memakai bra sejak gadis akan mengalami pengenduran di usia tua. Hal itu dikarenakan pertumbuhan jaringan pada payudara terhambat oleh penggunaan bra.

- Orang-orang yang tidak memakai bra memiliki payudara yang lebih kencang, stretch mark menghilang (siapa sih cewek yang gak mau kulit mulus bebas stretch mark?), dan nyeri pada punggung pun berkurang.

Bahkan menurut salah seorang sukarelawan yang hanya disebutkan sebagai "Capucine", selama tak menggunakan bra ia mendapat banyak manfaat kesehatan seperti dapat berdiri lebih tegak, mengatasi nyeri punggung yang dialaminya, juga dapat bernafas lebih lega. 

Pantas saja gurunya guru pencak silat ane menyarankan kalau tidur lepas be-ha. Percaya atau tidak itu terserah Anda. Ini adalah sedikit penggalan informasi yang bisa menjadi pertimbangan bagi para perempuan di luar sana.

Sunday, 16 June 2013

Ah~ Unduhan

Menyebalkan juga kalo gak bisa pake IRC T.T
Padahal udah daftar ulang masih gak bisa. Mana daftar unduh XDCC dah banyak. Sudahlah kembali unduh anime ato film lewat "banjir Citoren" aja. Resikonya ya musti pake antivirus yang kuat.

Ah~ unduh lagi. Entah lagu random yang ane denger di radio, OST film/anime/drama, wallpaper baru biar sedikit seger (meski berujung gambar porno "si monyet penasaran" ato "gerombolan domba-domba ajojing", iya kan binatang itu gak pernah pake baju :p), mentahan piranti lunak sumber terbuka buat cadangan kalo instal ulang, sampe film. Anehnya meski ada doku buat ke bioskop lebih demen nonton di kompi hasil unduh mo normal ato banjir Citoren.

Ane bingung ama mental orang sini yang demen ama gretongan (termasuk ane). Apa-apa cari gretong. Mo film, anime, musik, buku digital buat dicontek source code-nya, sampai soal kebutuhan primer maunya yang gretong mulu. Buat apa bayar kalo masih ada yang gretong, pikir sebagian besar orang di sini. Ane maklum juga alasan mereka (termasuk ane) lebih milih yang gretong. Terutama konten multimedia yang digital. Udah kaset langka, CD mahal, inflasi gede, ampe daya beli rendah pula gara-gara BBM mo naik. Kalo diibaratin 1 USD itu 10k, misalnya beli lagu Oosan aja. Lagu galau duet ama Younha itu sekitar 1 dolar lebih.Coba kalo di ke rupiah dengan kurs saat ini? Itu satu lagu aja, belum 1 album.

Kalo dipikir-pikir, serba gretongan gak enak juga. Mo cari lagu zaman jebot DMCA semua. Ane aja susah cari lagu The Who, band lama yang lagunya dijadiin opening semua seri CSI. Unduh di sini, chilling effect lah. Unduh di sana tautan mati. Hemm. Terus cari lagu Nekomata Master. Koneksi tidak mendukung untuk tautan unduh pengunggah (ya kalo sedot dari situs macam rapids**re tanpa "penyedot" tau lah gimana koneksinya). Mo XDCC, akun IRC lagi aneh. Ada sih yang berbayar. Amazon. Hanya saja ane belom ada penghasilan. Nasib.

Dulu sih kaset masih bisa kebeli. Terakhir nemenin kakak beli kaset laruku yang greatest hits (dari yg zebra ampe yang beneran "laruku") harga gak nyampe 50k. Sekarang lihat CD laruku yang Butterfly harganya 95k di toko. Masih inget ane beli VCD Pokemon, harganya gak nyampe 10k per keping. Asli. Itu ane beli waktu SD. Entah koleksi Pokemon pada kemana. Kalo inflasi gak segila sekarang, mungkin ane bisa beli DVD film ato anime ori lebih banyak. Bisa beli CD ato kaset lokal lebih banyak. Bisa mengurangi intensitas berlama-lama menunggu unduhan dengan mengantri di toko atau main sama temen.

Ah, cuman bisa mengkhayal harga CD, DVD, BD turun. Ya terpaksa ane unduh lagi yang gretongan. Jika semua murah mungkin ane bisa beli meski kondisi doku sekarat.